Laman

Rabu, 29 Oktober 2014

RESENSI NOVEL SOBAT JANGAN LUPAKAN AKU!

RESENSI NOVEL
Judul                          : Sobat Jangan Lupakan Aku!
Pengarang                  : Camille Noe Pagan
Penerbit                      : PT Pustaka Alvabet
Tahun                         : 2012, Cetakan I
Novel karya Camille Noe Pagan dengan tebal 370 halaman ini merupakan novel terjemahan yang diterjemahkan oleh Dewi Wulansari. Ceritanya sangat menarik dan penuh konflik. Camille Noe Pagan menulis novel ini setelah melakukan penelitian mengenai wanita muda dan cedera otak yang dimuat di majalah tempat ia bekerja. Gagasan-gagasan baru pun muncul di pikirannya, lalu ia mulai menulis setiap malam setelah putrinya tertidur. Novel ini mampu dikerjakannya dalam waktu empat bulan.
Marissa Rogers dan Julia telah bersahabat karib sejak kecil. Marissa adalah seorang yang cerdas dan pendiam. Ia juga sosok yang pemalu karena masalah berat badannya yang berlebihan. Sedangkan Julia adalah wanita dengan paras cantik, karismatik, dan posesif. Dia adalah sosok yang pengertian dan baik hati.
Mereka berdua dipertemukan di SMA terkenal yaitu Kennedy High School  di kota Ann Arbor. Pada saat itu Marissa baru saja pindah. Di sekolahnya dahulu ia selalu diejek oleh temannya karena masalah berat badan. Pada awalnya ia menyesali keputusannya untuk pindah, sebab keadaan di sekoalah barunya tak jauh berbeda dengan sekolahnya dahulu. Tak ada satu orang pun yang mau memperdulikannya.
Namun di suatu siang, seorang gadis cantik memanggilnya. Seakan –akan tidak percaya, ia menoleh beberapa kali. Ia baru mengetahui bahwa yang memanggilnya adalah gadis cantik bernama Julia. Sejak saat itu mereka menjadi sahabat yang tidak terpisahkan. Setelah lulus dari SMA, Julia melanjutkan kuliah di Oberlin. Sedangkan Marissa kuliah di Universitas Michigan.
            Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur campuran. Walaupun demikian, alurnya mampu membawa pembaca untuk setia menelusuri tiap-tiap bagian cerita. Cara pengarang menggambarkan tokoh-tokoh dalam cerita ini cukup unik. Tokoh Marissa digambarkan sebagai orang modern yang mandiri, pemalu, namun cerdas. Julia digambarkan sebagai orang karismatik, posesif, haus kasih sayang, dan berobsesi tinggi.
Dave digambarkan sebagai seorang pengacara yang pekerja keras, namun berorientasi ke depan. Nathan digambarkan sebagai pemilik kedai kopi yang sederhana namun mampu memikat hati Marissa.  Gaya bahasa yang dipergunakan merupakan gaya bahasa baru. Pengarang banyak memilih diksi yang kuat dan tinggi dan diselipkan berbagai istilah kesehatan.
Di dalam karyanya, pengarang mampu membuat pembaca bertanya-tanya maksud dari setiap frasa kalimat yang digunakan. Sehingga pembaca diajak untuk semakin mendalami alur cerita dari novel ini. Para tokoh yang diceritakan oleh pengarang masing-masing mempunyai karakter yang kuat. Dalam menceritakannya, pengarang melukiskan perasaan dan pemikirannya yang hebat.
Novel ini banyak mengandung amanat yang bisa menginspirasi pembacanya. Pengarang mengajarkan kita untuk menghargai tali persahabatan yang sudah kita bangun. Menjadi pribadi yang konsisten dan berani menerima setiap konsekuensi dari keputusan yang kita ambil, merupakan salah satu amanat yang hendak disampaikan pengarang. Satu hal yang cukup menarik dari novel ini adalah pembaca ditantang mencerna tiap bagian alur yang ada karena penerjemah sangat apik memadupadankan pilihan kata untuk membangun suasana yang memikat hati.
Namun dengan segala keindahan dan kelebihannya, novel ini cukup menyulitkan untuk dibaca bagi para pemula penyuka karya sastra karena perlu dicerna dengan benar. Penggunaan istilah-istilah yang asing di telinga sepertinya akan membuat pembaca agak berat untuk membaca novel ini. Pemilihan desain cover  yang kurang menarik juga merupakan salah satu kekurangan novel ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar