Welcome


widgeo.net

Rabu, 27 Agustus 2014

Di Sudut Hati Sang Proklamator

Dini hari pukul dua
Soekarno duduk di serambi rumah
Teringat rakyat penuh derita
Untuk berbajupun mereka tak punya

       Desakan kaum muda mendera
       Menggelora, gemuruh semangat hendak merdeka 
       Sudah lelah 'ku lihat tumpah darah
       Membumihanguskan ribuan koloni Belanda

Sampai kapan?
Sampai kapan aku Dini hari pukul dua
Soekarno duduk di serambi rumah
Teringat rakyat penuh derita
Untuk berbajupun mereka tak punya

 Desakan kaum muda mendera
 Menggelora, gemuruh semangat hendak merdeka
 Sudah lelah 'ku lihat tumpah darah
 Membumihanguskan ribuan koloni Belanda

Sampai kapan?
Sampai kapan aku tega?
Memandang lirih, menyembunyikan tangis
Atas tiap-tiap pengorbanan jiwa-jiwa sang pahlawan
Asanya berkobar, namun padam dihantam tembakan

  Tiap-tiap senjata, menghancurkan ribuan tubuh
  Tangan kaki mereka putus, darasnya deras menetes
  Kapan hendak merdeka?
  Tubuhku semakin ringkih dimakan usia

Janjiku, sebelum Indonesia merebut kemerdekaannya
Tak sedetikpun 'ku sia-siakan
Tak sejengkalpun 'ku lepaskan
Negaraku, bangsaku, merdekalah!



Batam, sembilan belas agustus 2014
Nur Wulandari


14 komentar: