RESENSI NOVEL
Judul : Sobat Jangan Lupakan
Aku!
Pengarang : Camille Noe Pagan
Penerbit : PT Pustaka Alvabet
Tahun : 2012, Cetakan I
Novel karya Camille Noe Pagan dengan tebal 370
halaman ini merupakan novel terjemahan yang diterjemahkan oleh Dewi Wulansari.
Ceritanya sangat menarik dan penuh konflik. Camille Noe Pagan menulis novel ini
setelah melakukan penelitian mengenai wanita muda dan cedera otak yang dimuat
di majalah tempat ia bekerja. Gagasan-gagasan baru pun muncul di pikirannya,
lalu ia mulai menulis setiap malam setelah putrinya tertidur. Novel ini mampu
dikerjakannya dalam waktu empat bulan.
Marissa Rogers dan Julia telah bersahabat karib
sejak kecil. Marissa adalah seorang yang cerdas dan pendiam. Ia juga sosok yang
pemalu karena masalah berat badannya yang berlebihan. Sedangkan Julia adalah
wanita dengan paras cantik, karismatik, dan posesif. Dia adalah sosok yang
pengertian dan baik hati.
Mereka berdua dipertemukan di SMA terkenal yaitu Kennedy
High School di kota Ann Arbor. Pada saat itu Marissa baru saja pindah. Di
sekolahnya dahulu ia selalu diejek oleh temannya karena masalah berat badan.
Pada awalnya ia menyesali keputusannya untuk pindah, sebab keadaan di sekoalah
barunya tak jauh berbeda dengan sekolahnya dahulu. Tak ada satu orang pun yang
mau memperdulikannya.
Namun di suatu siang, seorang gadis cantik
memanggilnya. Seakan –akan tidak percaya, ia menoleh beberapa kali. Ia baru
mengetahui bahwa yang memanggilnya adalah gadis cantik bernama Julia. Sejak
saat itu mereka menjadi sahabat yang tidak terpisahkan. Setelah lulus dari SMA,
Julia melanjutkan kuliah di Oberlin. Sedangkan Marissa kuliah di Universitas
Michigan.
Alur
yang digunakan dalam novel ini adalah alur campuran. Walaupun demikian, alurnya
mampu membawa pembaca untuk setia menelusuri tiap-tiap bagian cerita. Cara
pengarang menggambarkan tokoh-tokoh dalam cerita ini cukup unik. Tokoh Marissa
digambarkan sebagai orang modern yang mandiri, pemalu, namun cerdas. Julia
digambarkan sebagai orang karismatik, posesif, haus kasih sayang, dan berobsesi
tinggi.
Dave digambarkan sebagai seorang pengacara yang
pekerja keras, namun berorientasi ke depan. Nathan digambarkan sebagai pemilik
kedai kopi yang sederhana namun mampu memikat hati Marissa. Gaya bahasa yang dipergunakan merupakan gaya
bahasa baru. Pengarang banyak memilih diksi yang kuat dan tinggi dan diselipkan
berbagai istilah kesehatan.
Di dalam karyanya, pengarang mampu membuat pembaca
bertanya-tanya maksud dari setiap frasa kalimat yang digunakan. Sehingga
pembaca diajak untuk semakin mendalami alur cerita dari novel ini. Para tokoh
yang diceritakan oleh pengarang masing-masing mempunyai karakter yang kuat.
Dalam menceritakannya, pengarang melukiskan perasaan dan pemikirannya yang
hebat.
Novel ini banyak mengandung amanat yang bisa
menginspirasi pembacanya. Pengarang mengajarkan kita untuk menghargai tali
persahabatan yang sudah kita bangun. Menjadi pribadi yang konsisten dan berani
menerima setiap konsekuensi dari keputusan yang kita ambil, merupakan salah
satu amanat yang hendak disampaikan pengarang. Satu hal yang cukup menarik dari
novel ini adalah pembaca ditantang mencerna tiap bagian alur yang ada karena
penerjemah sangat apik memadupadankan pilihan kata untuk membangun suasana yang
memikat hati.
Namun dengan segala keindahan dan kelebihannya,
novel ini cukup menyulitkan untuk dibaca bagi para pemula penyuka karya sastra
karena perlu dicerna dengan benar. Penggunaan istilah-istilah yang asing di
telinga sepertinya akan membuat pembaca agak berat untuk membaca novel ini.
Pemilihan desain cover yang kurang
menarik juga merupakan salah satu kekurangan novel ini.