Dini hari pukul dua
Soekarno duduk di serambi rumah
Teringat rakyat penuh derita
Untuk berbajupun mereka tak punya
Desakan kaum muda mendera
Menggelora, gemuruh semangat hendak merdeka
Sudah lelah 'ku lihat tumpah darah
Membumihanguskan ribuan koloni Belanda
Sampai kapan?
Sampai kapan aku Dini hari pukul dua
Soekarno duduk di serambi rumah
Teringat rakyat penuh derita
Untuk berbajupun mereka tak punya
Desakan kaum muda mendera
Menggelora, gemuruh semangat hendak merdeka
Sudah lelah 'ku lihat tumpah darah
Membumihanguskan ribuan koloni Belanda
Sampai kapan?
Sampai kapan aku tega?
Memandang lirih, menyembunyikan tangis
Atas tiap-tiap pengorbanan jiwa-jiwa sang pahlawan
Asanya berkobar, namun padam dihantam tembakan
Tiap-tiap senjata, menghancurkan ribuan tubuh
Tangan kaki mereka putus, darasnya deras menetes
Kapan hendak merdeka?
Tubuhku semakin ringkih dimakan usia
Janjiku, sebelum Indonesia merebut kemerdekaannya
Tak sedetikpun 'ku sia-siakan
Tak sejengkalpun 'ku lepaskan
Negaraku, bangsaku, merdekalah!
Batam, sembilan belas agustus 2014
Nur Wulandari